Posts Tagged ‘gadis melayu bogel

23
Jun
10

Cerita Daun Muda – Tauke Muda Haus Seks

Menjelang tahun baru 2004 aku dapat pesanan banyak barang. Dari pakaian sampai ke alat dapur. Aku ingin ‘One Stop Shopping’, sekali jalan segalanya kudapat. Dan itu hanya bisa kalau aku belanja ke Mangga Dua.

Sesudah hampir seharian aku belanja ini itu sesuai permintaan pelangganku aku perlu istirahat untuk minum dan sedikit makanan kecil. Aku mampir di sebuah warung yang ada di setiap pengkolan gang diantar kios-kios Pasar Mangga Dua itu. Aku mencari tempat duduk yang adem sambil menunggu pesanan juice buah segar dan semangkok siomay.

Barang-barang yang aku belanja telah diurus untuk dipak dan dikirim ke rumah oleh orang di Mangga Dua yang memang biasa memberikan pelayanan jasa untuk keperluan itu. Tiba-tiba ada orang cina muda, belum 26 tahunan, menegur aku..

“Sudah belanjanya, Bu? Ini punya ibu ya?”, dia bawa HP-ku.

Aku baru sadar bahwa barang itu lepas dari tanganku. Wah.. Untung aku ketemu orang yang jujur.

“Tadi waktu ibu belanja di toko saya, ini ibu taruh di dekat kasir, terus ibu tinggal. Saya nyusul ibu sudah hilang. Eehh.. Tau-tau ketemu di sini. Kebetulan saya juga mau makan siang”, dia memberikan keterangan padaku dengan sangat ramah.

Aku suka bisa kenalan dengan dia. Ternyata dia tauke di tempat aku belanja perabot dapur tadi. Namun di samping keramahannya aku melihat bagaimana matanya nampak seakan menelanjangi tubuhku. Dasar mata lelaki. Nggak Jawa, nggak China, nggak Arab sama saja. Mata macam itu adalah mata lelaki haus. Mata yang minta dipuaskan hasrat syahwatnya. Aku sendiri memang sepenuhnya menyadari bahwa banyak lelaki yang sering melototkan matanya melihati tubuhku. Dengan usiaku yang telah menginjak 28 tahun teman-temanku bilang aku memilik ‘sex appeal’ atau pesona seks yang sangat kuat. Jadi aku tak begitu heran akan tingkah laku tauke penjual alat dapur ini.

Namun sepertinya aku berhutang budi karena dia telah mengembalikan HP-ku hingga aku menghadapinya dengan ramah. Bahkan aku juga melemparkan kelakar untuk menyenangkan hatinya..

“Engkoh masih muda sudah jadi tauke, nih. Dimana saja tokonya koh? Disamping perabot dapur ada jual lainnya apa koh?”,

Wah.. Dia bangga dengan macam-macam pertanyaanku ini.

“Saya ada 11 toko yang menjual macam-macam. Memang begitulah orang China kalau dagang. Apa yang sedang rame. Disini ada 3 toko. Di blok seberang ada 1 toko. Lainnya ada di Blok M, Kelapa Gading Plasa, Pondok Indah Plasa dan Taman Anggrek”,

“Wah.. Kaya raya dong koh. Nggak ngira ini. Masih muda, kaya raya”, meluncur kekagumanku yang sekaligus pujian bagi tauke muda ini. Nampak dia semakin bangga.

“Boleh dong kapan-kapan aku mampir ke toko-toko lainnya”.

“Boleh, boleh Bu. Sekarang kalau ibu mau, kebetulan saya memang harus ke Kelapa Gading untuk ngeliat omzetnya. Mau?”, dia begitu serius menanggapi omonganku.

Namun naluriku juga mengisyaratkan hal yang lain. Matanya yang terus menerus menguliti bagian-bagian tubuhku semakin berani dan tidak malu-malu. Bahkan saat matanya tertumbuk dengan mataku dia memandang ke dalam mataku dengan tajam,

“Ayo, Bu. Sambil lihat-lihat keramaian. Nanti saya ajak ibu makan. Ada American Steak yang enak banget di Kelapa Gading”, dia semakin membujuk aku.

Dan aku sepertinya menikmati permainan ini. Keluar sifat isengku. Aku bersikap seolah mau dan tidak mau yang membuat tauke muda ini semakin penasaran. Kini aku mainkan jurus ber-gaya-ku. Dengan pura-pura membetulkan tatanan rambutku tanganku mengelusi kepalaku. Dengan cara itu aku menunjukkan ketiakku yang indah dan bersih menebarkan wewangian yang merangsang siapapun yang mengendusnya. China itu nampak mengenduskan hidungnya sambil menelan air liurnya. Dia seakan sedang melumatkan bibirnya ke lembah ketiakku ini. Nampaknya dia semakin tidak sabar. Taoke muda itu bangun dari kursinya untuk meninggalkan aku namun kutangkap tangannya,

“Terima kasih HP-nya koh”, lantas kulepaskan peganganku dan membiarkan dia pergi. Tetapi dia tak juga bergegas pergi,

“Sayang ibu tak mau melihat tokoku. Tetapi saya suka telah ketemu ibu yang cantik. Sesungguhnya saya pengin sedikit bersenang-senang”, dia mengucapkan kata terakhir yang bagiku penuh arti. Kembali kutangkap tangannya,

“Apa maksud koh, eehh.. Pengin bersenang-senang..?”, tanyaku tajam.

“Saya naksir ibu. Dan kalau ibu suka saya pengin ngajak ibu tidur”.

Hebat tauke ini. Dia mengucapkan kata-kata yang bisa dianggap kurang ajar pada aku seorang perempuan dengan penuh percaya diri. Dan dia tidak berkedip memandangi aku. Dia menunggu apa reaksiku.

Ternyata yang semula aku merasa bisa ngatur dia kini terbalik. Ucapannya yang penuh percaya diri serta pandangannya yang tajam tanpa kedip itu sungguh membuat aku bertekuk lutut. Aku mendambakan lelaki jantan macam ini. Adakah aku sedang berhadapan dengan ‘Jackie Chan’? Edan.. Dan aku masih berusaha tidak kehilangan seluruh mukaku. Aku tidak mau jadi pecundang. Aku bangkit dan meraih lengannya dengan sepenuhnya menyadari bahwa aku sedang digandeng tauke muda yang haus untuk melahap tubuhku.

Begitu naik ke mobilnya yang bukan main karena merknya ‘Jaguar’, dia tidak lagi membicarakan toko-tokonya. Sambil tangannya langsung mengelusi payu daraku kemudian menyusup ke BH-ku dia menawarkan padaku, mau tidur di mana? Di Hilton, Mandarin atau Grand Hyatt? Aku serahkan padanya. Dengan HP-nya dia minta FO Grand Hyatt menyediakan Suite Room di lantai 8 yang menghadap ke Patung Selamat Datang di bundaran HI yang terkenal itu.

Sepanjang perjalanan yang memakan waktu hamper 1 jam karena kemacetan Jakarta tangannya telah merabai seluruh bagian-bagian peka di tubuhku. Aku menggelinjang hebat. Aku pernah selingkuh beberapa tahun yang lalu. Tetapi selingkuh yang ini sungguh sangat sensasional bagiku. Saat turun dari mobil, aku sudah tidak memakai BH dan celana dalam lagi. Tangan-tangan tauke muda ini dengan lincah telah melepasinya di sepanjang jalan Thamrin tadi. BH dan celana dalamku kini terserak di lantai Jaguarnya. Kami langsung menuju lift yang mengantar kami ke Suite 816 Grand Hayyat Hotel, Thamrin, Jakarta.

Aku menikmati bagaimana China kaya ini mengolah tubuhku. Sesaat sesudah mengunci kamar dia hempaskan aku ke ranjang dan dia bekerja. Disibakkannya gaunku. Kepalanya nyosor mendorong wajahnya tenggelam ke selangkanganku. Aku menggelinjang hebat saat lidah dan bibirnya melumati lembah selangkanganku.

Dia raih tungkai kakiku ke pundaknya. Tangannya erat-erat memeluki pinggulku. Bibirnya menyedoti memekku. Dia mengisep-isep cairan birahiku yang mengalir deras. Aku bukan lagi menggelinjang. Aku berontak karena tak tahan menanggung kegelian birahi yang sangat dahsyat. Suamiku tak pernah berbuat begini.

Dengan sekali sentak akhirnya rok & blusku lepas dari tubuhku. Kini dia yang masih lengkap berpakaian melihati aku yang telanjang bulat. Seperti beruang kutub yang menyaksikan korbannya, anjing laut yang manis yang tak berkutik menunggu dilahap pemangsanya. Aku melenguh dan mengeluh karena nikmat yang melandaku. Aku menanti jamahan kejam erotisnya.

Kembali China muda ini menyeret kakiku dan membiarkan setengahnya terjuntai ke karpet mewah Suite Room ini. Saraf-saraf pekaku tergetar saat nafasnya kurasakan mengendusi pahaku. Dia nampaknya ingin memandikan aku dengan lidah dan ludahnya. Dia mengungkapkan kehausan libidonya. Dia mulai melahap tubuhku.

Untuk kepuasannya tauke muda ini menunjukkan egonya. Dia tidak penuhi rintihanku untuk meremasi kontolnya. Dia tetap mempertahankan kelengkapan pakaiannya. Apakah dia menunggu aku menangis dan bersembah memohonnya? Ternyata aku memang harus bersabar.

Tauke muda ini benar-benar memandikan aku dengan ludah dan lidahnya. Tubuhku dibolak-balik, diputar, dijungkirkan, telentang, jongkok hingga nungging untuk melatakan bibir dan lidahnya. Akibatnya luar biasa. Aku bisa tergiring dan meraih beberapa kali orgasme tanpa dia telanjang dan ngentot memekku. Sungguh luar biasa karena seingatku 5 tahun terakhir aku hanya bisa meraih beberapa kali orgasme saat tidur dengan suamiku. Itupun aku yang berusaha keras dengan mengkhayal seakan aku sedang dientot serombongan Satpam Mangga Dua tempat dimana aku sering datang dan belanja.

Sesudah diseling istirahat untuk makan sore, dengan tetap membiarkan aku telanjang tauke muda itu kembali melahapi tubuhku. Kali ini dia melepaskan pakaiannya sendiri hingga telanjang bulat pula. Dan aku sungguh terkejut namun sekaligus terpesona saat melihati kontolnya. Langsung kuraih dan kugenggam kontol itu.

Taoke muda yang aku pikir sosoknya biasa-biasa saja ini ternyata menyimpan kontol yang nggak disunat, gede dan panjang. Kontol itu sudah ngaceng tetapi kulupnya tetap membungkus setengah bonggol kepalanya. Warnanya bening sebening kulitnya. Dan sungguh nikmat menggengam kontolnya itu. Rasanya kontol suamiku tak sampai separuhnya.

“Kamu isepi dulu Bu biar lebih gede dan keras. Biar enak kalau masuk ke memekmu nanti”, katany dengan nada memerintah.

Sementara kontol itu telah didorong dan disentuh-sentuhkan ke mulutku. Sungguh mati, 5 tahun sudah perkawinanku namun aku tak pernah sekalipun ngisep kontol suami. Rasanya jijik aku. Suamiku juga nggak tega berbuat begitu padaku. Namun China muda ini..

“Ayoo Bu.. Isep.. Enak nih.. Ayoo”, nampaknya dia nggak suka aku menolak kemauannya.

Aku agak gugup dan rasanya sudah mau muntah. Namun tangan tauke ini meraih kepalaku dan menariknya untuk menerima tonjokan kontolnya di mulutku. Aku terpana dan..

“Aaarrcchh.. Jj.. Jangaann.. Hheehh.. Tidaakk mmbbllpp.. Mmbllpp.. Hhllmm..”.

Akhirnya ujung kontolnya berhasil menguak celah bibirku. Terbersit rasa asin-asin dicelah bau bawang putih dari selangkangan China ini. Aku tak lagi mampu mengelak. Dengan pasti kontol itu masuk ke mulutku. Didiamkannya sesaat sementara tangan kiri tauke tetap menjambak rambutku untuk menahan kepalaku dan tangan kanannya merangsek memilin-milin puting susuku. Jangan tanya rasa yang melandaku.

Ada pedih, ada sakit, ada nikmat. Semua tercampur menjadi satu. Aku hanya mengeluarkan desah dan hhllppmm.. Sementara menunggu cina muda itu memompakan kontolnya dan ngentot mulutku.

Benar juga yang dia bilang. Sesaat setelah mulai memompa mulutku kontolnya terasa makin gede, makin gede, gede dan uuhh.. Keras banget. Dan tanpa kira-kira dia memompa mulutku dengan sepenuh semangatnya. Kerongkonganku tersedak. Nyaris aku tak bisa bernafas. Dengan sepenuh tenagaku tanganku menahannya dan menolak hingga kontol itu lepas dari mulutku.

“Udahh.. Mulutku tersedak..”.

Dengan cepat dia mengalihkan sasarannya. Kembali aku diseretnya ke tepian ranjang. Tungkai kakiku dia panggul sementara kontolnya diarahkan dengan tepat ke lubang memekku yang memang telah dilanda kegatalan birahi yang sangat.

Sesaat setelah kepalanya dikocok-kocokkan di gerbang vaginaku yang telah basah dan becek oleh cairan birahiku, kontol gede dan panjang milik China muda itu amblas menembus memekku.

Adduuhh.. Sepertinya kehausan dan dahaga syahwatku mendapatkan penyembuhan. Bibir dan dinding vaginaku mencengkeram keras batangan yang menghunjam-hunjam itu. Rasa gatal dan legit menjadikan sensasi nikmat yang tak terpana. Taoke muda merundukkan kepalanya untuk melumati puting susuku. Rasa lumatannya membuat aku menggelinjang hebat. Tanganku mencabik-cabik rambutnya untuk menahan kegatalan yang melandaku dengan dahsyat. Aku meraung histeris. Pantat dan pinggulku berkejat-kejat menjemputi kontol gede dan legit itu. Keringatku mengucur dersa dalam dinginnya Suite Room Grand Hyatt.

Akhirnya aku merasakan kehanyutan sanubari saat bibir cina muda ini nyosor menyedoti bibirku. Ludahku dan ludahnya saling berganti. Rasa dahaga syahwatku tersalurkan oleh aliran ludahnya yang berpindah ke mulutku. Genjotan legit kontol tauke ke lubang memekku yang semakin mencepat membuat lumatan kami semakin intens. Dan ketika tiba-tiba cina muda ini menarik bibirnya lepas dari bibirku, aku berteriak kecewa..

“Jangann.. Tolong.. Aku haauuss..”

Namun cina itu bukan kembali memagut aku. Dia hanya meludahi mulutku. Terus meludah dan meludah.. Dan aku yang didorong begitu dahaga terus menganga menerima limpahan ludahnya.. Genjotan legit kontolnya tak lagi terkendali. Dinding memekku terus mencengkeram dan meremas-remas batangan yang keluar masuk itu. Tauke muda ini nampak sedang menjemput puncak nikmatnya.

Aku rasakan kedua tangannya semakin memeluk erat tubuhku. Dan aku terbawa arus birahi mencengkeramkan cakarku kedaging punggungnya. Dan sampailah.. Kedutan besar aku rasakan dalam lubang vaginaku. Semburan panas sperma tauke muda ini tumpah ruah membanjir di lubang memekku. Aku pasrah menyerah dalam nikmat entotan cina muda ini. Pantatku mengejat-ejat mendorong vaginaku meremasi batangan kontol si tauke. Bibirku cepat menyedot ludah dari bibirnya.

Dalam hujan keringat dari dua tubuh telanjang kami ini, kami diam untuk beberapa saat. Sesekali masih terasa berkedut kontol tauke ataupun remasan dinding memekku.

Tepat jam 5 sore aku keluar Suite Room 816 Grand Hyatt. Tauke muda ingin sendirian di kamarnya. Padaku dia serahkan amplop berisi uang,

“Nih, Bu, untuk naik taksi pulang. Aku nggak bisa nganter ibu ya. Terima kasih Bu”.

Aku terima amplopnya tanpa membukanya. Aku merasakan aneh .. Kok hanya begitu sudahannya. Sepertinya aku ditendang keluar kamarnya.

Di lorong menuju lift aku membuka amplopnya. Kudapatkan uang Rp 300 ribu dan 5 lembar voucher belanja di Carrefour masing-masing senilai Rp 500 ribu. Aku mesti bagaimana? Khan memang tak ada ‘commitment’ apa-apa sebelumnya. Dan aku memang bukan pelacur khan?

*****

Jakarta, Oktober 2004
E N D

Tags : cerita pemerkosaan, telanjang, cewek bugil, 3gp gratis, abg telanjang, cerita dewasa, maria ozawa facebook,maria ozawa uncensor,maria ozawa blogspot com,maria ozawa vids,rama azhari,rahma azhari,download video rahma azhari, skodeng,gadis melayu bogel,melayu seks,bogel,melayu bogel,melayu boleh,artis bugil,foto artis,cerita seks melayu

21
Jun
10

Cerita Daun Muda – Ulang Tahun Kekasihku Ayu

Para pembaca sekalian mungkin telah membaca cerita “CALON ISTRI PAMANKU”. Sekarang aku ingin menceritakan kejadian di hari ultahnya Ayu, yang merupakan peristiwa indah. Saat aku menulis cerita ini, aku ditemani Ayu yang ikut menambah kata-kata di cerita ini. Oke deh, kita mulai aja.

Pada suatu hari di kantorku, ketika aku sedang tidak begitu ada kerjaan, tiba-tiba aku teringat kalau 3 hari lagi adalah ultahnya Ayu. Wah, kayaknya perlu diberi kejutan nih selama 2 hari 2 malam di hari jadinya. Di otakku langsung saja terbayang hal-hal yang berbau seksual. Kupikir aku perlu ambil cuti 2 hari nanti, begitu juga Ayu. Lebih baik kutelpon dia sekarang.

“Halo, selamat siang, bisa bicara dengan Ayu”

Tak lama kemudian, “Halo Tono sayang, ada apa nih”, Ayu bermanja-manja padaku.

“Enggak ada apa-apa, cuma pengen ngajak kamu keluar makan siang nanti, bisa enggak nih”, tanyaku.

“Oh kalau itu sih pasti bisa, kemana nih”

“bagaimana kalau di kantin deket kantor kamu, oke??”

“Oke boss, saya tunggu yah, awas, jangan sampe telat!”, sambil ketawa-ketawa.

“Bye” lalu Ayu menutup teleponnya.

Lalu aku pun kembali bekerja, tapi di kepalaku sedang terbayangkan kira-kira apa yang bakal aku belikan buat dia nanti. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.35. Wah, aku harus cabut nih, tak boleh telat. Untung boss sedang keluar kantor, jadi aku tak perlu minta ijin dulu.

Akhirnya sampailah aku di kawasan perkantoran di daerah Sudirman. Setelah parkir, buru buru aku pergi ke kantin yang sudah dijanjikan. Kulihat Ayu melambaikan tangannya dari jauh.

“Hai Ton!” Kami lalu mencari tempat makan yang sepi, namanya juga berduaan, mana enak makan di tempat yang rame banget. Setelah memesan makanan dan duduk di pojokan, lalu akupun berkata

“Eh, Yu, di kantor kamu lagi banyak kerjaan nggak”

“Emangnya kenapa” Ayu terlihat penasaran

“kalau enggak sibuk, bagaimana kalau kamu minta cuti sama boss kamu selama 2 hari mulai tgl 12″

“Buat apa Ton, apa kamu sedang merencanakan sesuatu?”

“Sesuatu yang akan membuat kamu tergila-gila”

“Apa tuhh”

“Tunggu aja tanggal mainnya sayang” sambil kucubit lembut pipinya.

Selesai makan, kuantar Ayu ke kantornya, lalu akupun balik ke kantorku dan menyelesaikan pekerjaanku. Kira-kira 2 jam kemudian, Ayu menelepon.

“Halo Ton, saya udah ngomong sama bossa” katanya dengan suara lemas.

“Lalu apa katanya” tanyaku penasaran.

“Saya tidak dapet cuti 2 hari”

“Yah payah boss kamu, Yu. Kalau begitu nanti saya culik kamu pas harinya”

“Nah, kabar baiknya, saya dikasih cuti 3 hari, ha ha ha, kena kamu”, Ayu tertawa terbahak-bahak.

“Hey, dasar kurang ajar kamu, dasar setan cantik, ngerjain orang aja bisanya”

“Biarin, daripada kamu setan jelek”

“Yah udah, entar surprisenya kagak jadi deh”

“Jangan ngambek dong sayang, setan cantik khan cuma bercanda”

“Yah udah, 2 hari lagi saya ke tempat kamu abis pulang kerja”

“Oke deh, kutunggu dikau nanti, bye bye sayang”

“Bye bye” “klik”, lalu aku menemui bossku untuk minta cuti, dan untungnya dapet juga, mumpung bossku mood-nya lagi bagus hari ini.

Tak terasa, 3 hari pun berlalu. Sepulang kerja, kujemput Ayu di kantornya, lalu kami pergi ke supermarket untuk membeli makanan selama 3 hari, soalnya kami merencanakan untuk tidak kemana-mana selama liburan. Tidak lupa aku membeli madu 1 botol.

“Lho Ton, buat apa beli gituan” Ayu menatapku dengan heran.

“Itu bagian dari surprise tersebut, tunggu aja, yang pasti kamu bakalan merem melek nantinya” kataku mantap.

“Wah, saya jadi penasaran nih sama surprise kamu”

“Just wait ‘n see, honey” Selesai belanja lalu kami bergegas menuju apartemen Ayu.

Sesampainya di apartemen, aku langsung menarik Ayu menuju kamar mandi.

“Sabar dong boss, kayak enggak ada hari esok aja” katanya manja.

“Ultah kamu khan hari ini, so pasti memang tidak ada hari esok” kataku sambil melepas bajunya satu persatu.

Setelah ia bugil total, lalu kujilat buah dadanya, mulai dari putingnya ke dasarnya. Kuhisap-hisap putingnya dengan lembut.

“Ooohh Ton, enak sekali, teruss” desah Ayu

Ketika Ayu ingin membuka bajuku, kutahan tangannya.

“Sayang, buka dong, nggak adil nih”

Lalu kulepaskan semua pakaianku sehingga terlihat senjataku mengacung sangat tegak, ketika Ayu ingin meraihnya, kukatakan padanya,

“Say, jangan dulu, hari ini kamu akan menjadi ratu, biarkan daku melayanimu sampai puas”

Setelah itu, lalu kubasahi seluruh badannya, dan kusabun seluruh lekuk tubuhnya, tak lupa buah dadanya kuremas lembut lebih lama. Kuputar-putar putingnya, Ayu hanya bisa mendesah nikmat. Lama juga aku bermain di dadanya, kira-kira ada 15 menit. Setelah itu tanganku mulai turun ke selangkangannya. Kumainkan klitorisnya, Ayu semakin mengerang hebat.

“Toonn, teerruss, teruss, auughh, enak sekali, terruss”

“Ton, masukin dong penis kamu, saya udah gak tahan nihh”

“Oh, yang itu nanti sayang, sabar aja”

“Tapi saya pengen banget nih, oohh”

“Sabar aja, pokoknya hari ini kamu jadi ratuku, Aku bakalan membuat kamu orgasme ratusan kali selama 3 hari ini”

“Saayy, tulang saya bisa copot nih orgy ratusan kali”

“Biarin, salah sendiri punya body seksi sekali”

“Ahh aahh aahh, seesstt, guaa kayaknya pengen nyampe nih sayy” Ayu meracau tak menentu.

Kupercepat gerakan jariku memainkan klitorisnya, sementara jariku yang lain sedang dihisap-hisapnya seolah-olah ia sedang menghisap penisku.

“Aaarrgghh, I’m comminngg, honey, commiingg, commiingg, ohh”

Pinggulnya bergerak maju mundur sementara badannya melengkung kaku ke belakang, sepertinya Ayu sangat menikmatinya.

“Ton, tadi rasanya enak sekali seolah olah kamu lagi meng-onani vagina saya, ohh” Ayu mendesah pelan.

“Oh, itu masih belum apa-apa, nanti masih ada lagi yang lebih hebat sayy ” kataku sambil meremas-remas buah dadanya.

“Wah, mati aku deh, bisa bisa nanti kagak bisa kerja”

Kubilas tubuhnya dari busa yg masih melekat, terutama di bagian vaginanya karena banyak sekali cairannya yang mengalir keluar. Setelah tubuh Ayu bersih, lalu akupun mulai menyabuni diriku sendiri. Tapi tanpa kusadari tiba-tiba Ayu memelukku dari belakang dengan kuat lalu satu tangannya menangkap penisku.

“Eh kenapa say, kan saya bilang nanti” sambil aku melawan sedikit.

“Khan hari ini ultahku, kamu mesti nurut sama saya, kalau kamu bisa bikin saya orgy ratusan kali, saya juga mesti sedot sperma kamu sampai habis, baru adil” kata Ayu sambil menyeringai manis.

“Ya udah deh, saya nyerah sama ratuku, tapi bilas dulu dong sabunnya”

Lalu Ayu membersihkan sabun terutama di sekitar penisku, lalu ia mulai mengocok-ngocok dan memainkan penisku, kadang pelan kadang cepat, ia mengocok sambil matanya menatapku dan tersenyum manis sekali.

“Bagaimana sayang, enak khan seperti ini?” Ayu tersenyum manis sekali

“Ohh, aduuh, enak sekali sayang, ohh, uhh, wajah kamu maniss sekali sayangku” kataku sambil menahan rasa nikmat yang tidak terkira.

“Saayy, ganti dong pake mulut kamu”

Lalu dia dekatkan kepalanya, dan dijulurkan lidahnya. Kepala batang kejantananku dijilatinya perlahan, seolah olah sedang menjilati es krim. Lidahnya mengitari kepala senjata meriam aku. Semilyard dollar.. rasanya.. wow.. enak sekali. Aku hanya bisa merem melek menikmatinya sambil bersandar di bath tub. Lalu dikulumnya batang kejantananku. Aku melihat mulutnya sampai penuh rasanya, tetapi belum seluruhnya tenggelam di dalam mulutnya yang mungil. Bibirnya yang tipis terayun keluar masuk saat menghisap maju mundur.

Ayu memasukkan dan mengeluarkan kejantananku dari dalam mulutnya berulang-ulang, naik-turun. Gesekan-gesekan antara kemaluanku dengan dinding mulutnya yang basah membangkitkan kenikmatan tersendiri bagi diriku.

“Auuh.. aahh..” akhirnya aku sudah tidak tahan lagi.

Batang kemaluanku menyemprotkan sperma kental berwarna putih ke dalam mulutnya. Bagai kehausan, Ayu meneguk semua cairan kental tersebut sampai habis.

“Duh, masa baru begitu saja sudah keluar.” Ayu meledek aku yang baru bermain oral saja sudah mencapai klimaks.

“Yu.., saya.. udah 3 hari nih.. tidak bercumbu dengan kamu..” jawabku terengah-engah.

“Tapi lumayan banyak juga sperma kamu, kayaknya boleh nih tiap 3 hari saya isep penis kamu, biar saya tambah awet muda” katanya tanpa melepas pegangannya dari penisku.

“Whatever you want, my queen” kataku sambil mencium bibirnya.

Lalu Ayu mulai menyabuni seluruh tubuhku, terutama di sekitar penisku agak lama, sehingga mau tidak mau penisku bangun lagi. Ayu mulai memainkannya lagi. Tapi aku tidak mau keluar lagi, jadi harus kustop dia.

“Eh, Yu, stop dulu, entar saya keluar lagi nih” kataku sambil menahan nikmat.

“Biarin aja, salah sendiri kenapa penis kamu gampang terangsang” katanya sambil tertawa.

Lalu ia melanjutkan menyabuniku, setelah itu ia membilas tubuhku, oh rasanya segar sekali, nikmat sekali rasanya dimandikan oleh pacarku ini, sesekali ia menjilat-jilat kepala penisku, sesekali ia menghisapnya, sambil matanya menatapku, oh manis sekali wajahnya. Selesai itu, aku mengambil handuk mengelap seluruh tubuhku dan tubuhnya, tak lupa aku melakukan gerakan memijat ketika sedang mengelap buah dadanya, ia hanya bisa merem melek sambil mulutnya megap-megap Lalu kutarik dia ke kamarnya, kuambil selimut baru lalu kugelar di atas lantainya. Kulihat Ayu sepertinya penasaran dengan tindakanku ini.

“Lho Ton, ngapain kamu”

“Ini surprisenya, sayang, nah sekarang kamu baring aja di atas selimut, saya ambil madu dulu”

“Wah kayaknya saya bakalan orgy gila-gilaan nih”

“Iya say, tunggu aja” teriakku sambil mengambil madu dari kulkasnya.

Sekembalinya ke kamar, kulihat Ayu masih berbaring, lalu aku duduk di atas pahanya, kubuka botol madu lalu kutuang di atas badannya, kulihat dia terkejut sedikit, mungkin akibat dinginnya madu tersebut, kugosok-gosok madu tersebut di seluruh tubuhnya, terutama di buah dadanya.

“Aaahh.. Ton.. sshhss..” erang si Ayu ketika kuusap-usap permukaan dadanya rata terbungkus madu kecuali putingnya.

“Sshh.. teruss.. Ton ciumin dong..” Dia menggigit bibirnya sendiri.

Wah, ternyata dia suka surprisenya, aku cium putingnya sambil memainkan lidahku melilit-lilit puting merah muda itu, kemudian kugigit manja.

“Aahh.. sshhss.. aku mao keluar Ton.. sshshh bagaimana nih..” erangnya.

Segera kugosokkan madu ke arah paha dalamnya secara perlahan terus sampai mendekati daerah lipatan yang sangat hangat itu.

“Ahh.. sshshs.. Ton.. jilat dong.. udah nggak tahan nih.. ss..” lirihnya.

“Sshh hmm.. kok diam.. please..” rengek Ayu.

“Tunggu ya..” jawabku.

Kemudian segera kujilati lubang kemaluannya sambil mengusap-usap payudaranya, dan mulai kujilati bibir luar vaginanya

“Ahh.. Ton.. terus sshh.. kamu.. di situ.. sshh,” erangnya.

Dengan lidah kukait-kait klitorisnya sambil kutelusuri garis bibir vaginanya. Sambil menggoyangkan pinggulnya kiri-kanan Ayu berkata,

“Yess.. di situ.. ahh.. sshs..” katanya ketika mulai kuhisap dan menjilati klitorisnya.

Setelah membesar, aku tusuk-tusukkan lidahku di liang senggamanya tetapi tak kuduga reaksinya.

“Aahh.. shshshsh mmhh ss.. teruss hhmm,” Ayu menggelinjang-gelinjang sambil memaju-mundurkan pinggulnya, vaginanya seolah-olah merebut lidahku untuk masuk lebih dalam kerongga nikmat itu, sementara batang kemaluanku sudah merah padam dari tadi ingin segera menggantikan lidahku.

“Ahh.. teruuss.. teruuss.. lebih cepaat.. ssh..” gelinjang Ayu semakin cepat.

“Shshss.. aku hampiirr.. shshh.. mmyamyam memem.. ss,” suaranya semakin kacau.

Pantatnya semakin cepat mengocok lidahku, sehingga selimut di lantai itu berantakan. Ketika gerakan lubang kemaluannya makin rutin, segera kuhentikan dan kutarik lidahku, terlihat alis si Ayu mengkerut seperti sedang bertanya-tanya, sementara dadanya masih naik-turun dengan cepat. Tanpa menunggu lebih lama lagi, secepatnya kuposisikan kepala penisku ke lubang hangat dan basah itu.

“Ahh.. sshsh mm..” erang manja si Ayu. Memang penisku tidak terlalu besar, hanya kepalanya agak besar dan melengkung ke atas seperti terompet tapi panjang.

Badan Ayu menjadi kaku seakan menantikan sesuatu

“Rileks sayang.. sebentar kita lanjutkan perasaanmu,” bisikku.

Kemudian kudorong perlahan kepala penisku. Setelah kepala penisku masuk, secara bertahap kudorong batangku agak dalam, kutarik lagi sedikit, dorong lebih dalam, tarik sedikit, sampai.. “Bluess.. duk..” kiranya sudah mentok kebentur ujung rahimnya, padahal belum semuanya masuk lho. Terasa di tangan kiriku kira-kira masih tiga lebar jariku tapi efeknya

“Ssshh.. mmhh.. aahh.. auh!” jerit tertahan Ayu.

Kurasakan agak banjir di dalam sana dan jepitan di sepanjang kepala penis sampai hampir seluruh batangku itu makin erat.

“Ahh.. ssh shshss..” aku coba konsentrasi karena vagina yang nikmat dan sangat sempit ini mencoba menarik semua spermaku sehingga kepala penisku membesar dan berdenyut-denyut menahan kenikmatan yang nyaris memancar.

Kemudian aku coba goyang secara perlahan, makin lama makin cepat. Kupraktekkan rumus ini-itu sambil membuatnya menikmati setiap gesekan penisku serta mengalihkan pikiranku untuk melupakan nikmatnya lubang kemaluan Ayu, sempitnya vaginanya. Tubuhnya yang sempurna, payudaranya yang ranum dan kencang yang tertekan dadaku.

“Ouch.. sshh.. hemm..” sulit rasanya menghadapi kenyataan nikmat ini, apalagi setelah puncak kenikmatannya yang tertunda itu kembali melanda Ayu, ini terbukti dengan goyangan pinggul dan pantatnya berputar dan sekarang maju-mundur, menentang setiap gerakanku yang semakin cepat tusuk dan tarik.

“Aahh..”

Kucium dan kulumat bibirnya, kulilit lidahnya, kulihat dia tidak bisa menahan kenikmatan yang melanda itu, sehingga Ayu pun membalas ciumanku dengan ganasnya. Geregetan, rangsangan, kenikmatan, itu yang mungkin ada di pikirannya.

Setelah hampir setengah jam kami goyang (kurasa Ayu sudah mau orgasme) dan akhirnya vaginanya mulai menjepit dan mengurut penisku cepat sekali. Dengan nafasnya yang memburu dan gerakan pinggulnya,

“Aaahh.. aku.. keluar.. sshhmm.. aku keluar sayang.. sshs hh shsh,”

Ayu mulai meracau tidak karuan sambil kakinya melingkari pinggangku dan menekan pantatku keras seakan-akan dia sanggup menelan penis panjangku sehingga kurasa bahwa setiap kutusuk vaginanya terasa ada benturan dan terus memutar di ujung dalam kenikmatannya.

“Sshshs aasshh.. enak sekali.. sshh.. aduhh.. sshshsh..” jerit tertahan Ayu.

Aku pun semakin mempercepat gerakanku, aku goyang dan memaju-mundurkan agak kasar liang vagina sempit ini,

“Duk..bluess.. duuk.. bluess..” kulihat pangkal penisku agaknya nyaris semuanya masuk,

“Sssh shh shh.. teruss.. Ton.. sshh,”

“Aku puas.. sshh hmm.. Ton.. cepat.. sshh,” lanjutnya.

“Tubuhmu seksi.. dan sempurna.. sayang..apa boleh..” aku berbicara ngos-ngosan.

“Di.. dalam.. saja.. shsh shh mmhh..” Ayu memotong sambil menaikkan pinggulnya sambil menekan pantatku serta membenamkan seluruh penisku seluruhnya

“Aaahh.. ssmmhh hhmm..”

Kurasakan vaginanya berdenyut-denyut keras membuat suara becek goyangan kami yang makin keras.

Aku sudah tidak kuat lagi, ilmuku seakan hilang, kesadaranku melayang. Kemudian sambil melenguh kutarik pinggulnya lengket ke pangkal penisku dan kujilat serta kugigit putingnya, kulepas semua spermaku,

“Aaahh.. sshh..”

“Crot.. crot.. crot..” Hampir enam atau delapan kali semprotan maniku melesat ke dalam rahimnya.

“Aaahh ss mm.. hmm.. enak.. hangat..” Ayu mengerang-erang, sambil terus menggoyangkan pinggulnya berputar-putar.

Dalam keheningan nikmat, kubiarkan penisku di dalam vaginanya yang masih terasa sempit, kucium lembut bibirnya dan Ayu pun membalas manja, kemudian kutatap matanya sambil tersenyum. Sambil bersikap manja Ayu memeluk diriku serta menggigit hisap leherku. Wah.. merah nih jadinya.

Aku kemudian mengangkat tubuhnya dan mengajaknya ke balkon untuk cari angin.

“Mau ngapain di balkon Ton?”, tanya Ayu terheran-heran.

“Aku pengen menutup surprise-ku dengan mandi’in kamu”, kataku lagi.

“bagaimana mandi’innya?, tanya Ayu tambah heran tapi nurut saja ketika kurebahkan tubuhnya di atas kursi panjang tanpa senderan di balkon yang sepi itu. Tanpa menunggu lama, segera kuakhiri surpriseku dengan mandi kucing, yaitu dengan menjilat-jilat lembut seluruh permukaan tubuhnya yang bermandi peluh bercampur madu dan berkilat terkena sinar rembulan yang membuatnya makin indah dengan posisinya yang menelentang pasrah itu. Ayu senang sekali dengan perlakuanku itu, dan sambil mendesah kenikmatan dia berkata,

“Ton, kalau bisa kamu sering-sering nginap di sini, saya suka dijilati seperti ini.”

Kira kira ada 10 menit aku menjilatnya, lalu kugendong dia ke kamar mandi, dan kami pun saling membersihkan badan, saling menggosok satu sama lain. Setelah selesai, kami pun masuk ke kamarnya, karena sudah lelah sekali kami tidur nyenyak sambil berpelukan dalam keadaan bugil.

Keesokan paginya, antara sadar dan tidak, aku merasa seperti ada sesuatu yang aneh pada diriku. Ketika kubuka mataku, eh, ternyata Ayu sudah bangun, dan lebih kaget lagi kulihat Ayu sedang menghisap-hisap penisku. Melihatku sudah bangun, Ayu berhenti sejenak dan tersenyum.

“Selamat pagi kekasihku, bagaimana tidurnya” tanya Ayu manja sambil tangannya tetap mengocok penisku.

“Wah enak banget, tapi kok kamu curang sih, saya khan nggak ngerasain isepan kamu waktu tidur” kataku sambil mengusap-usap buah dadanya.

“Abis kamu tidurnya lelap sekali, saya kagak tega bangunin kamu, tapi siapa tahu kamu mimpi lagi diisepin ha ha ha” ia tertawa sambil terus mengocok penisku.

“Eh Ton, kok waktu kamu tidur, saya ngocokin kamu kok penis kamu bisa bangun sih”

“Ya bisa lah yaw, namanya juga penis orang, emangnya penis plastik, bisa aja kamu, tapi terusin dong pake mulut kamu, Yu”

“Oooke boss, tapi kalau kamu mau keluar, bilang yah”

“Lho, emangnya kenapa?” tanyaku heran.

“saya mau pake sperma kamu buat olesin muka dan dada saya, biar kulit saya tambah kencang”

Lalu Ayu kembali mengkaraoke penisku, oh, rasanya nikmat sekali, sesekali ia menatapku sambil tersenyum manis. Mulutnya bergerak maju mundur, sambil lidahnya menggelitik lubang kencingku, rasanya geli-geli nikmat. Tak lama kemudian, aku merasa akan keluar lagi.

“Yu, saya mau keluar lagi, ohh aduuh” kataku sambil menahan gemuruh di dadaku.

Langsung ia mengganti tangannya untuk mengocokku, dan akhirnya, “Aduuh ohh, Yu terruuss, enaakk”

Penisku akhirnya memuntahkan sperma, tapi tidak sebanyak kemarin, dan Ayu langsung mengarahkan dadanya ke penisku, sehingga dadanya terkena muncratan spermaku, langsung dia oleskan ke seluruh permukaan dadanya.

“Yaahh Ton, kok dikit banget sayang, muka saya kagak dapet nih” Ayu sedikit merenggut.

“Abis tiap hari bercumbu terus sih, ya udah sayang, mumpung penis saya masih tegak, sekarang kamu nunggangin saya aja, khan kamu dapet enaknya juga”

“Nah begitu dong Ton, itu baru namanya pacar saya” Ayu tersenyum lagi.

Lalu ia duduk di atas pahaku sambil mengarahkan penisku ke lubang vaginanya. Perlahan tapi pasti, penisku mulai memasuki lubang kenikmatannya. Aku sendiri heran juga kenapa hari ini penisku perkasa banget, tapi aku tidak memikirkannya lagi, yang penting enaknya, bung. Ayu sendiri mulai bergoyang-goyang sambil meracau tak menentu, seolah olah sedang menunggang kuda, sementara aku meremas remas dadanya yang bergerak naik turun. Lumayan lama juga aku bertahan, kira kira ada satu jam, sementara kulihat Ayu sepertinya sudah orgasme 2 kali, tapi kulihat Ayu tidak berhenti juga, mungkin dipikirnya kapan lagi bisa dapat kesempatan seperti ini. Tak lama kemudian, setelah Ayu orgasme ketiga kalinya, barulah aku mulai merasakan akan orgasme.

“Yu, bangun sayang, saya udah mau keluar nih”

Langsung Ayu bangun dan mendekatkan mukanya ke penisku sambil tangannya mengocokku. Dan akhirnya,

“Aaarrgghh, aduuh, haahh” aku ngos-ngosan menahan nikmat.

Akhirnya penisku menyemprotkan spermanya ke wajahnya, lalu ia menggosoknya ke seluruh wajahnya sampai rata.

“Terima kasih sayang, saya puas banget hari ini, saya tidak menyangka bisa orgy sampe 3 kali, kamu perkasa sekali” kata Ayu sambil berbaring memelukku.

“Abis bodi kamu seksi banget sih, terutama dada kamu, apalagi pas lagi nunggang saya, kelihatannya seperti dewi dari langit yang lagi goyangin saya.”

“ah ah, bisa aja kamu” kata Ayu sambil mencubit hidungku.

Tanpa terasa, kami tertidur lagi sambil berpelukan, mungkin saking lelahnya bersenggama tanpa henti.

Begitulah seterusnya, setiap ada waktu kosong aku dan Ayu langsung main lagi, seolah-olah nafsu kami tidak pernah terpuaskan. Selama 3 hari yang kami lakukan hanya makan, main, tidur. Selama 3 hari itu pula kami seperti Tarzan dan Jane, bugil terus. Rasanya anda para pembaca bisa membayangkannya sendiri bagaimana nikmatnya hidup seperti itu. Tapi yang paling penting bagiku adalah cintaku padanya dan cintanya padaku, walaupun aku masih belum tahu sampai kapan kami bisa hidup bersama.

TAMAT

Tags : cerita 17 tahun, cerita dewasa, tante telanjang, tante girang, foto telanjang, tante bugil, telanjang gadis indonesia, bunga citra lestari telanjang, telanjang bulat, cynthiara alona telanjang, ayu anjani telanjang, dewi persik telanjang, telanjang artis indonesia, artis bugil telanjang, youtube artis bugil, skodeng,gadis melayu bogel,melayu seks,melayu bogel,melayu boleh,artis melayu,cewek bugil,cerita seks melayu




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.